Mentoring and Tutoring to Improve Student Learning Motivation in Kekait Village, West Lombok, after the Covid-19 Pandemic
DOI:
https://doi.org/10.59535/9rzdwe50Keywords:
Education, Tutoring, Maximizing, Interactive, ModulesAbstract
Education in Indonesia encompasses all forms of education provided in Indonesia, both structured and unstructured. Education in Indonesia is divided into three main pathways: formal, non-formal, and informal. Education is also divided into four levels: early childhood, elementary, secondary, and higher education. Education is currently the foundation for the nation's development. Students, as the golden generation, are prepared for the future. Educators are the key to producing Indonesia's golden generation. Given that Indonesia has been hit by the COVID-19 pandemic in recent months, policymakers need to consider this when evaluating education in the new normal era. The purpose of this tutoring program is to optimize education in the regions during the new normal era. The method used is interactive learning between teachers and students, utilizing modules as learning resources and teacher guides. The program has resulted in several village children, from kindergarten to elementary school, receiving tutoring on school material they haven't yet mastered, particularly mathematics, English, and science. In this new normal era, it is important to hold tutoring programs for children because the learning time provided by schools is limited due to the ongoing pandemic.
References
[1] N. Laili and M. Y. Ashari, “Kajian Historis Lembaga Pendidikan Islam Di Indonesia: Tinjauan Komprehensif Terhadap Dimensi Formal, Informal, Dan Nonformal,” JOURNAL J-MPI : Jurnal Manajemen Pendidikan, Penelitian Dan Kajian Keislaman, vol. 3, no. 1, pp. 8–21, Mar. 2024, doi: 10.63353/journaljmpi.v3i1.216.
[2] R. Rismawati, T. Ibrahim, and O. Arifudin, “Peran Sistem Informasi Dalam Meningkatkan Mutu Layanan Pendidikan,” Jurnal Tahsinia, vol. 5, no. 7, pp. 1099–1122, Oct. 2024, doi: 10.57171/jt.v5i7.618.
[3] T. M. Ratri, T. Muhtar, and Y. T. Herlambang, “Urgensi Pedagogik Multiliterasi Dalam Membangun Generasi Emas 2045 Yang Berkarakter: Urgensi Pedagogik Multiliterasi Dalam Membangun Generasi Emas 2045 YANG BERKARAKTER,” Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, vol. 14, no. 1, pp. 110–119, Jan. 2024, doi: 10.23969/literasi.v14i1.9351.
[4] K. Rizal, T. P. Utami, and K. Aswadi, “Bagaimana Persepsi Mahasiswa terhadap Pergeseran Pola Pembelajaran setelah Pandemi COVID-19?,” Jurnal Jeumpa, vol. 10, no. 1, pp. 37–48, Feb. 2023, doi: 10.33059/jj.v10i1.6825.
[5] S. D. Guna, M. Tanrozi, D. Deswinda, and M. Zul’Irfan, “Hubungan Lingkungan Sosial Terhadap Kepatuhan Masyarakat Menerapkan Physical Distancing di Masa Pandemi Covid-19,” Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, vol. 7, no. 2, June 2022, doi: 10.30651/jkm.v7i2.10696.
[6] Y. Nurfitriani et al., “Dampak Kuliah Kerja Nyata Dalam Kegiatan Keagamaan Bagi Anak-anak dan Orang Tua Demi Mewujudkan lingkungan yang religius,” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Abdi Putra, vol. 3, no. 2, pp. 111–116, May 2023, doi: 10.52005/abdiputra.v3i2.98.
[7] R. K. Nisfiary, I. S. L. Lubis, and S. Salianto, “Webinar/Penyuluhan Persiapan Mental Menuju Era New Normal Hingga Kehidupan Normal Setelah Pandemi,” Jurnal Pengabdian Masyarakat Tjut Nyak Dhien, vol. 1, no. 2, pp. 83–89, July 2022, doi: 10.36490/jpmtnd.v1i2.324.
[8] A. Herawati, “Perubahan Sosial Masyarakat Di Masa New Normal (Analisis Menggunakan Perspektif Sosiologi Talcott Parsons),” Jurnal Dinamika Sosial Budaya, vol. 25, no. 1, pp. 286–292, June 2023, doi: 10.26623/jdsb.v25i1.4439.
[9] D. P. Putri and A. Aisyah, “Mitigasi Bencana (Covid 19) Melalui Kegiatan Multiliterasi Di Sekolah Dasar,” JAMU : Jurnal Abdi Masyarakat UMUS, vol. 1, no. 02, Feb. 2021, doi: 10.46772/jamu.v1i02.367.
[10] R. Fadillah, R. Desmaryani, and A. Lestari, “Analisis Ketimpangan Sarana Dan Prasarana Pendidikan Di Daerah Pedesaan,” Jurnal Adijaya Multidisplin, vol. 3, no. 02, pp. 217–225, May 2025.
[11] A. P. Rahayu and M. Marini, “Pendampingan Pendidikan Bagi Anak Jalanan dan Dhuafa Sebagai Upaya Pemenuhan Hak Pendidikan Bagi Setiap Anak,” AKS, vol. 6, no. 2, pp. 320–329, May 2022, doi: 10.30651/aks.v6i2.13320.
[12] M. U. Hoesny and R. Darmayanti, “Permasalahan dan Solusi Untuk Meningkatkan Kompetensi dan Kualitas Guru: Sebuah Kajian Pustaka,” Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, vol. 11, no. 2, pp. 123–132, May 2021.
[13] S. P. Azhari, “Peran Guru Dan Peran Orang Tua Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Di Masa Pandemi (Studi Kasus Di Uptd Sd Negeri 13 Perupuk),” Aug. 2021, Accessed: Nov. 22, 2025. [Online]. Available: https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/35916
[14] B. Silaban, C. R. M. Sitorus, G. J. Sigalingging, S. Manurung, and S. A. Tambunan, “Eksplorasi Lingkungan Sebagai Sarana Pembelajaran Literasi Dan Numerasi Bagi Anak-Anak Di Desa Wonosari,” Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara, vol. 6, no. 2, pp. 2323–2335, May 2025, doi: 10.55338/jpkmn.v6i2.5918.
[15] D. Salsabiella, K. Sa’adah, N. H. Fitri, and G. Lesmana, “Peranan Guru dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Sekolah Dasar,” Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan, vol. 8, no. 1, pp. 137–160, Mar. 2024.
[16] K. Kamaruzaman et al., “Pendampingan Masyarakat Dalam Upaya Pengembangan Sektor Produktif Melalui Kuliah Kerja Nyata Di Desa Pengujan Kabupaten Bintan,” Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan Riau (JPPM Kepri), vol. 2, no. 1, pp. 55–67, Mar. 2022, doi: 10.35961/jppmkepri.v2i1.369.
[17] D. S. Utari and R. Rianto, “Pelatihan Pemanfaatan Akun Belajar Id Terintegrasi Dengan Rumah Belajar Bersama PGRI Provinsi Kepulauan Riau,” Alfatina: Journal of Community Services, vol. 1, no. 1, pp. 01–06, June 2021.
[18] N. Puspitasari, N. Hidayat, and I. K. Setyawati, “Ecopreneurship Berbasis Pengelolaan Sampah dan Penciptaan Nilai Tambah Ekonomi,” Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi, vol. 1, no. 1, pp. 1–8, Feb. 2022, doi: 10.54099/jpma.v1i1.67.
[19] Sukmawaty and C. U. Sari, “Peningkatan Keterampilan Membaca melalui Kemah Literasi,” Pedagogical Education and Review of Linguistics, pp. 31–38, Jan. 2025.
[20] S. Yunita et al., “Penguatan Nilai-Nilai Pancasila sebagai Strategi Pencegahan Pergaulan Bebas Remaja dalam Membangun Generasi Berwawasan Kebangsaan,” PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, vol. 4, no. 1, pp. 1447–1460, Dec. 2024, doi: 10.56799/peshum.v4i1.7427.
[21] L. Azizah, M. Mannahali, W. K. Asri, F. Angraeny, and R. Burhamzah, “Bimbingan Belajar: Membantu Anak-Anak Kurang Mampu Mencapai Prestasi Akademik | Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat,” Nov. 2024, Accessed: Nov. 23, 2025. [Online]. Available: https://journal.unm.ac.id/index.php/Ininnawa/article/view/5382
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dian Islamiati (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
